Jumat, 02 April 2010

myself

well..
sekarang ini saya sedang bingung dengan apa yang saya inginkan.
ada beberapa teman-teman saya yang sudah jelas menentukan jalannya. Ada beberapa yang milih fotografi, ada yang jadi penyanyi, olahragawan,model, ada yang serius jadi aktivis, ada yang jadi mahasiswa tulen *dalam artian yang sesungguhnya, artinya kerjaan dia kuliah dan pulang, istirahat, belajar dan dapet nilai-nilai bagus tentunya*. Semuanya pilihan menurut saya. Tapi saya sedang benar-benar bingung menentukan jalan saya kemana.
Saya ini suka olahraga, khususnya sepakbola, tapi gak mungkin saya main sepak bola, dilarag! hiks
saya suka nyanyi, tapi suara pas-pasan, gak ada niat buat nyalurin khusus hobi saya ini.
Saya suka motret dan kadang-kadang dipotret, tapi saya gak punya SLR pribadi dan gak fotogenik.
Saya suka baca,nulis tapi gak punya waktu buat cari inspirasi..
Saya suka aktiv, tapi saya gak suka sama yang visinya beda sama saya.. *khusus hal ini,saya gak suka hal-hal yang berbau politik*
ah, biarlah..
saya suka jadi diri saya sendiri walaupun gak jelas..

:)

Rabu, 10 Februari 2010

daily update

kali ini saya mau share something tentang perasaan saya.

Lagi-lagi saya salah. Saya sadari itu sekarang. Tapi jujur, dari awal saya cuma ingin semuanya jelas dan baik-baik saja. Walaupun cara saya salah. Maaf...

1st
Ini berawal dari rasa penasaran saya. Saya membuka bagian terahasia dari dia tanpa sepengetahuannya. Saya tahu, ini salah dan sangat melanggar privasi orang. Maaf.
Setelah saya buka, saya mendapatkan hal yang benar-benar membuat saya kaget. Saya marah pada awalnya. Saya benar-benar marah. Tapi kemudian saya berpikir, saya harus marah pada siapa? Dan jawabannya sudah jelas. Diri saya sendiri. Jadi saya berusaha untuk terlihat biasa saja didepannya. Dari bahasa dan gesture saya. Toh itu sudah lama sekali. Dan sekarang saya tahu apa yang sebenarnya ada dihatinya. Saya tak mau lagi peduli tentang masa lalunya itu. Dan jelas, ini bukan salahnya.

2nd
Kemudian, saya lagi-lagi berbuat kesalahan itu. Mungkin saya yang bodoh, sangat bodoh malah, karena saya bisa-bisanya mengulangi kesalahan saya lagi. Tapi kali ini, jujur, berbeda dengan kemarin. Kali ini bukan lagi karena saya penasaran dengan hal berbau masa lalunya. Tapi lebih ke arah ingin tahu apa yang sedang dikerjakannya, karena saya tidak bisa terus menghubungi dia dan mengganggu aktivitasnya.
Kemudian, saya dapatkan hal yang membuat saya tidak enak. Kali ini sudah sampai di puncaknya emosi saya. Tapi saya belum marah. Saya harus tahu kebenarannya. Saya berusaha menjadi lebih dewasa. Dan menurut saya, ada baiknya saya bertanya langsung padanya mengenai hal ini. Saya hanya berharap saya bisa tahu yang sebenarnya.
Tapi kemudian, saya membaca sesuatu yang benar-benar menyadarkan saya akan kebodohan saya. Ya Tuhan.. Sebenarnya apa yang terjadi?! Ternyata hati saya masih belum bisa meyakini apa yang saya percaya. Padahal saya sudah berusaha keras. Dan saya sangat salah.

3rd
Hari ini saya membeberkan semuanya. Saya memberitahukan semuanya padanya. Tentang apa yang saya ketahui dan saya ingin ketahui. Saat ini, saya sudah tidak lagi membutuhkan jawaban sebenarnya, karena saya sudah bisa meyakini apa yang saya percaya.
Tapi kemudian, saya berharap saya tidak pernah melakukannya. Sama seperti setiap orang, pasti dia akan merasa sangat terganggu. Tentu saja, saya secara diam-diam membuka bagian privasinya. Saya yakin dia marah.
Dan dia mempertanyakan kepercayaan saya padanya. Bagi saya, sudah sewajarnya dia menanyakan hal itu pada saya. Karena memang saya terkesan sangat tidak percaya terhadap apa yang dia katakan. Maaf...

Kali ini saya katakan bahwa saya PERCAYA. Bahkan melebihi saya percaya dengan apa yang saya lihat dan dengar.
Lalu, jika kau ingin bertanya "mengapa aku berbuat seperti itu?" jawabannya karena saya belum bisa menemukan sebuah jawaban dari pertanyaan "kenapa kamu berbuat seperti itu?"
Dan saya tahu, saya seharusnya tidak mencari jawaban itu, karena jawabannya sama dengan alasan saya mencintai dia. Tidak ada. Rasa itu adalah manifestasi dari kejujuran hati saya yang mengatakan bahwa saya merasakan getaran itu dan mendambakan kehadirannya.

4th
Saya yakin, kali ini dia benar-benar marah pada saya. Saya sangat menerima kemarahanmu. Karena ini adalah kesalahan saya. Saya pun siap menghadapi caci maki darinya. Tapi yang saya tidak siap adalah yang seperti ini. Dia memendam sendiri amarahnya. Walau dia tidak mengatakan sepatah kata pun dari bibirnya yang mengatakan dia marah, saya bisa merasakannya.
Saya sangat sedih kali ini. Saya melakukan lagi hal yang paling saya benci. Saya mengecewakan lagi orang yang saya sayang.
Maaf.. Saya tidak mendapat kata lain dari hati saya selain kata maaf untuknya.

Setelah saya melewati 4 tahap ini, saya sadari. Seharusnya saya yakin dengan apa yang ada di hati saya. Saya harus mendengarkan hati saya yang berkata bahwa dia berkata yang sebenarnya dan dia jujur pada saya. Seharusnya saya mengurangi menggunakan analisa otak saya yang berlebihan hingga kepercayaan dari hati saya kalah.

AKU PERCAYA KAMU. AKU YAKIN, APA YANG KAMU KATAKAN ADALAH KEJUJURAN.
dan walaupun pada akhirnya ada sedikit hal yang kau ubah atau kau tutupi, aku yakin itu demi kebaikan kita. Aku akan menghilangkan rasa takutku kehilanganmu. Karena aku tahu sekarang kau tak akan pergi dari sisiku.

dan JANGAN PERNAH PERGI.

Jumat, 29 Januari 2010

pengin berkarya..

seya pernah berpikir, apa yang akan terjadi jika..
terlalu banyak 'jika'yang saya pikirkan. jadi saya sendiri nggak inget satu-persatu yang saya andai-andaikan. saya ini memang penhayal tingkat tinggi. tapi, akhir-akhir ini saya seperti nggak punya waktu buat menghayal. semua-semua waktu saya sudah habis buat mikir kuliah dan masalah-masalah lain.
ah, sekarang saya jadi kurang berkarya, walaupun sesekali saya masih nulis, semuanya beda. entah, keliatan lebih sempit.
hyyyyahhh..
kangan punya pikiran kaya dulu. yang gak jelas, dan luas kemana-mana.
ayo berkarya!!

Minggu, 10 Januari 2010

Daily

well, minggu akhir-akhir ini saya habiskan dengan membuat tugas praktikum macem2. IWAW!! baru kerasa jadi mahasiswa KH beneran tu ya sekarang, di blok 3. Materinya indah banget: SISTEM DIGESTI.
hmmphh..
banyak banget praktikumnya, dan praktikumnya gk maen2. ada pre test, inhal, tugas yang banyak dan aneh..
bikin saya pusing aja niii..
tapi tetap menyenangkan. saya sedang ingin benar2 serius kuliah. doakan saya! :D

Jumat, 06 November 2009

Ask

Beberapa hari yang lalu saya pergi sama angga ke pengadilan buat ngambil stnknya angga. Di deketnya ada kecelakaan yang sepertinya cukup parah. Seperti biasa, jalan pun jadinya rame. Korbannya mbak2.. Yang aneh, saya nggak ada perasaan apapun, padahal mbaknya itu berlumuran darah dan nggak sadarkan diri. Bisa dibilang parah lah keadaannya. Saya liat dengan mata saya sendiri waktu mbak2 itu digotong mau dimasukin ke mobil. Pertanyaan saya: DIMANA RASA KEMANUSIAAN SAYA?? Ngeliat semua itu saya benar2 nggak ada perasaan apa2.. Okei, mungkin ini juga pengaruh PMR bertaun2, jadinya liat kecelakaan ataupun darah separah apapun saya nggak akan panik, apalagi takut. Tapi, apa mungkin sampe kebablasan dan sama sekali aku nggak ada perasaan apapun.
Ini hati saya yang udah mati atau sayanya aja yang terlalu egois.
Hmm...
***

Senin, 02 November 2009

Tentang Saya

Kali ini saya tersadar dengan hati setengah berat, bahsa saya ini hanya membawa masalah. Yang bisa saya lakukan hanya menambah beban orang terdekat saya. Dan saya ini tidak bisa dipercaya, sampai sampai banyak orang yang lebih baik menyimpan masalahnya sendiri daripada disharing dengan saya. Sedih rasanya.

Minggu, 18 Oktober 2009

Pertama kali ngamen.. :D

wah, hari ini medhenk ngamen.. ngamen di sanmor, cari dana buat acara WRD [World Rabies Day]..

Katanya si ngumpulnya jam 7, tapi dasar kebiasaan baru pada ngumpul jam tuju lebih [aku juga ngaret ding.. :p]. sebelumnya belum disiapin mau maen lagu apa, bagi timnya, dlldll.. akhirnya lama lagi persiapannya. sekitar jam 8 kurang seperempat baru deh jalan.. grup 1, alfian dkk berangkat duluan.. nah, grup 2, saya dkk berangkatnya rada belakangan. tapi, tetep aja asik.. haha.. biar rada aneh si ngamen serame ini, mana di kloter medh ada sekitar 7 cewek, semuanya berkerudung, kecuali medh [;p] kara Rico, sampe ada yang komentar.. ngamen kok kerudungan semua. bwahahaha... tak apa lah. tapi, sepertinya yang ikut kloter saya itu orang2 normal semua. masih belum gila kayak medh [bukan gila lagi, udah nggak punya malu]. jadi sepanjang perjalanan medh menggila sendiri, sama mbak lida juga ding.. sedangkan para lelaki, mursid sama mon nggitar.. yang laennya ngikut doang dibelakang.. eh, sekali2 si rico ikut nyanyi ding, tapi kebanyakan nggak pede jadinya ya begitulah. saya mentoakan diri..

setelah ngamen sekitar sejaman.. lumayan lah hasilnya.. :D
minggu depan ngamen lagii...
ayooo!