udah lama jga gak posting..
tiba2 kok jadi pengen posting...
ini tentang sekolah...
besok udah masuk sekolah, tapi rasanya bakal beda deh. habis udah kelas 3, terus rasanya semuanya beda. bukan cma perkara pindah kelas doank. Emang sih, rasanya pengen terus di ptt brsnr, secara udah PW abis, tapi masih ada hal lain yang bikin sekolah rasanya beda.
kalo dipikir2, mungkin aku kena sindrom mau kelas 3 kali ya, baru juga kelas 3 udah stres duluan mikirin ujian ntar. habis, 2 tahun di padz, tapi kok ga ada pelajaran yang nanclep di otak.
terus, jadi 'paling tua' di padz, rasanya kayak 'kehilangan pegangan' (halah! apa coba??), tapi ya buat saya personal sih ngerasanya gitu. Kalo jaman dulu ada 63 yang bisa diminta masukan, sekarang udah ga ada lagi yang bisa dimintai nasehat2. duh, jadi ngerasa kehilangan 63. haha! tapi ya tetep bangga bin bahagia mereka lulus semua. duh, jadi kangen mbak rose (yang udah ngasih masukan banyak banget), mas TY (yang selalu medh jadikan panutan, habis baek banget sih!), mbak oki (yang udah ngasih contoh super duper baik tentang semuanya), mas sesa, mas ojz, mas azam, mas yoga, dkk (yang udah ngebelatakin markas! hehe^^), dll yang gak bisa disebutin. Makasih banyak ya!!
ah, yasudlh. hidup tetep harus jalan terus.
Semangat Medh!!
Minggu, 13 Juli 2008
Sabtu, 03 Mei 2008
ketika senja
Aku pernah merasa sepi, sendiri, dan tersiksa. Aku pernah menutup mata untuk melihat kenyataan. Aku juga pernah menutup telingaku untuk mendengar kebenaran. Ketika itu aku merasa seperti semut hitam kecil yang terdampar di dalam sebuah pulau besar yang berpenghuni raksasa-raksasa yang mengatur hembusan angin dan aliran air. Sayangnya, aku tidak bisa pergi atau mengelak. Ini sudah takdirku, bersanding bersama mereka yang aku tak tahu dan aku tak mengerti.
Suatu hari aku pernah mengutarakan keinginanku untuk menghilang saja dan pindah ke pulau lain. Pulau yang berpenghuni peri-peri yang sering menemaniku dulu. Rasanya saat itu aku tersiksa melihat gelak tawa mereka. Dulu peri-peri itu membawaku ke khayangan mereka untuk duduk dan tertawa bersama. Bukannya aku tak bisa sekarang, hanya saja, ada tembok pembatas yang harus aku sebrangi agar aku dapat sejajar dan mengerti dengan mereka.
Kala itu, aku ingin segera lepas dan pergi dari pulauku kini. Saat matahari terbit, malas sekali rasanya membuka mataku untuk melewatkan hariku di pulau ini. Setengah hati aku duduk di barisan depan pulau ini. Tak ada pekerjaan lain selain merenung. Mungkin sesekali aku mendengarkan suara burung-burung yang sering hinggap dan pergi dari pulau, namun batin ini tak menemukan ketenangan.
Aku tak bisa mengelak dari takdirku. Kucoba perlahan-lahan membuka hatiku untuk mengerti bahwa para raksasa itu memiliki hati yang berperasaan. Mereka juga memiliki pandangan yang menarik tentang hidup ini. Tapi aku ini hanya semut hitam kecil, bahkan aku tak tahu apakah mereka menganggapku sebagai salah satu penghuni pulau ini.
Suatu hari, aku muali melihat dan menemukan bahwa ternyata bukan hanya aku semut di pulau ini. Meski mereka bukan semut hitam kecil, tapi mereka juga semut yang merasa terkucilkan. Aku merasa kami senasib, walau terkadang kami tidak sepaham, tapi kami dapat mengimbangi satu dan yang lainnya. Awalnya aku merasa nyaman dengan mereka, namun didalam hidup ini tidak ada jalan yang hanya lurus saja tanpa kerikil dan lubang di dalamnya. Bahkan aku pernah terjatuh dan berbalik untuk tidak peduli lagi dengan mereka. Tapi aku tidak bisa. Pada akhirnya, hatiku dapat menerima jika mereka pun manusia biasa yang belum sempurna.
Bukan berarti masalahku selesai hanya karna aku menemukan sekumpulan semut lainnya. Aku masih harus menghadapi raksasa. Aku dan kawanan semutku terkadang merasa sangat membenci pulau ini. Kami lalu saling bercerita tentang pulau kami sebelumnya. Banyak kenangan indah dan kebahagiaan disana. Kami lalu membandingkannya dengan kehidupan kami. Kami hanya bisa terus saja mengalir mengikuti permainan para raksasa itu.
Awalnya, kami berusaha berenang melawan aliran permainan para raksasa itu. Namun kami tak berdaya dan terbawa arus mereka. Semakin jauh kami hanyut, semakin dalam kami tenggelam di dalam kolam raksasa itu. Awalnya aku masih berusaha menggapai permukaan agar tidak tenggelam seutuhnya, namun semakin dalam aku tenggelam, aku malah merasa nyaman dan hangat di dalam sana. Rupanya pintu hatiku mulai terbukan untuk menerima takdirku.
Semakin aku tenggelam di dalam aliran permainan raksasa itu, aku semakin merasa hangat dan bahagia. Ada satu hal yang aku dapat dari pulauku ini. Bukan hal yang baru, hanya saja lebih dari pulauku sebelumnya. Hal itu adalah cinta.
Kali ini aku termangun, bukan karna aku merasa sepi, tapi kali ini aku bisa melihat kenyataan dan mendengar kebenaran. Aku memang hanya semut hitam kecil, tapi aku ada, dan para raksasa itu selalu melindungiku, memberikanku kebahagiaan, memberiku segalanya hingga aku terasa sesak karena hatiku penuh kebahagiaan dan cinta. Aku merasa bodoh karena aku pernah berharap untuk bisa meninggalkan pulau ini.
Ketika senja ini, aku duduk diantara raksasa-raksasa yang kini bisa kusebut sebagai temanku, sahabatku, dan keluargaku. Semakin lama aku bersanding dengan mereka, aku semakin merasa bukan lagi sebagai semut. Aku kini telah tumbuh sebagai raksasa yang mendapatkan segalanya di pulau ini.
Terima kasih untuk sahabat-sahabat terbaikku, raksasa-raksasa yang terus melindungiku dan ada disampingku. Mungkin terdengar konyol, tapi aku merasa senang ketika mereka tersenyum padaku. Aku merasa tersanjung ketika mereka bertanya ada apa denganku pagi ini. Aku merasa ringan ketika mereka membantuku menyelesaikan masalahku.
Sekarang, aku merasa tidak bisa meninggalkan pulau ini. Aku ingin terus berbaring di pinggir pantai bersama keluargaku. Aku tidak ingin meninggalkan mereka. Tapi sayang, di samudera sana, badai besar telah siap memporak-porandakan pulauku hingga kami akan berpisah nantinya. Kami tidak bisa mengelak, kami tidak bisa menghindar. Badai itu tinggal sekejap mata, sebentar lagi aku akan meninggalkan pulau ini dan berpisah dengan sahabat terbaikku.
Hanya satu harapanku. Semoga badai itu membawaku ke pulau yang penuh cinta seperti pulauku saat ini.
*dedicated 4 pantat bersinar! Paguyuban Tentara Ipa Empat Bersama Siti Dinarti!!!*
Suatu hari aku pernah mengutarakan keinginanku untuk menghilang saja dan pindah ke pulau lain. Pulau yang berpenghuni peri-peri yang sering menemaniku dulu. Rasanya saat itu aku tersiksa melihat gelak tawa mereka. Dulu peri-peri itu membawaku ke khayangan mereka untuk duduk dan tertawa bersama. Bukannya aku tak bisa sekarang, hanya saja, ada tembok pembatas yang harus aku sebrangi agar aku dapat sejajar dan mengerti dengan mereka.
Kala itu, aku ingin segera lepas dan pergi dari pulauku kini. Saat matahari terbit, malas sekali rasanya membuka mataku untuk melewatkan hariku di pulau ini. Setengah hati aku duduk di barisan depan pulau ini. Tak ada pekerjaan lain selain merenung. Mungkin sesekali aku mendengarkan suara burung-burung yang sering hinggap dan pergi dari pulau, namun batin ini tak menemukan ketenangan.
Aku tak bisa mengelak dari takdirku. Kucoba perlahan-lahan membuka hatiku untuk mengerti bahwa para raksasa itu memiliki hati yang berperasaan. Mereka juga memiliki pandangan yang menarik tentang hidup ini. Tapi aku ini hanya semut hitam kecil, bahkan aku tak tahu apakah mereka menganggapku sebagai salah satu penghuni pulau ini.
Suatu hari, aku muali melihat dan menemukan bahwa ternyata bukan hanya aku semut di pulau ini. Meski mereka bukan semut hitam kecil, tapi mereka juga semut yang merasa terkucilkan. Aku merasa kami senasib, walau terkadang kami tidak sepaham, tapi kami dapat mengimbangi satu dan yang lainnya. Awalnya aku merasa nyaman dengan mereka, namun didalam hidup ini tidak ada jalan yang hanya lurus saja tanpa kerikil dan lubang di dalamnya. Bahkan aku pernah terjatuh dan berbalik untuk tidak peduli lagi dengan mereka. Tapi aku tidak bisa. Pada akhirnya, hatiku dapat menerima jika mereka pun manusia biasa yang belum sempurna.
Bukan berarti masalahku selesai hanya karna aku menemukan sekumpulan semut lainnya. Aku masih harus menghadapi raksasa. Aku dan kawanan semutku terkadang merasa sangat membenci pulau ini. Kami lalu saling bercerita tentang pulau kami sebelumnya. Banyak kenangan indah dan kebahagiaan disana. Kami lalu membandingkannya dengan kehidupan kami. Kami hanya bisa terus saja mengalir mengikuti permainan para raksasa itu.
Awalnya, kami berusaha berenang melawan aliran permainan para raksasa itu. Namun kami tak berdaya dan terbawa arus mereka. Semakin jauh kami hanyut, semakin dalam kami tenggelam di dalam kolam raksasa itu. Awalnya aku masih berusaha menggapai permukaan agar tidak tenggelam seutuhnya, namun semakin dalam aku tenggelam, aku malah merasa nyaman dan hangat di dalam sana. Rupanya pintu hatiku mulai terbukan untuk menerima takdirku.
Semakin aku tenggelam di dalam aliran permainan raksasa itu, aku semakin merasa hangat dan bahagia. Ada satu hal yang aku dapat dari pulauku ini. Bukan hal yang baru, hanya saja lebih dari pulauku sebelumnya. Hal itu adalah cinta.
Kali ini aku termangun, bukan karna aku merasa sepi, tapi kali ini aku bisa melihat kenyataan dan mendengar kebenaran. Aku memang hanya semut hitam kecil, tapi aku ada, dan para raksasa itu selalu melindungiku, memberikanku kebahagiaan, memberiku segalanya hingga aku terasa sesak karena hatiku penuh kebahagiaan dan cinta. Aku merasa bodoh karena aku pernah berharap untuk bisa meninggalkan pulau ini.
Ketika senja ini, aku duduk diantara raksasa-raksasa yang kini bisa kusebut sebagai temanku, sahabatku, dan keluargaku. Semakin lama aku bersanding dengan mereka, aku semakin merasa bukan lagi sebagai semut. Aku kini telah tumbuh sebagai raksasa yang mendapatkan segalanya di pulau ini.
Terima kasih untuk sahabat-sahabat terbaikku, raksasa-raksasa yang terus melindungiku dan ada disampingku. Mungkin terdengar konyol, tapi aku merasa senang ketika mereka tersenyum padaku. Aku merasa tersanjung ketika mereka bertanya ada apa denganku pagi ini. Aku merasa ringan ketika mereka membantuku menyelesaikan masalahku.
Sekarang, aku merasa tidak bisa meninggalkan pulau ini. Aku ingin terus berbaring di pinggir pantai bersama keluargaku. Aku tidak ingin meninggalkan mereka. Tapi sayang, di samudera sana, badai besar telah siap memporak-porandakan pulauku hingga kami akan berpisah nantinya. Kami tidak bisa mengelak, kami tidak bisa menghindar. Badai itu tinggal sekejap mata, sebentar lagi aku akan meninggalkan pulau ini dan berpisah dengan sahabat terbaikku.
Hanya satu harapanku. Semoga badai itu membawaku ke pulau yang penuh cinta seperti pulauku saat ini.
*dedicated 4 pantat bersinar! Paguyuban Tentara Ipa Empat Bersama Siti Dinarti!!!*
Selasa, 18 Maret 2008
SMS dikirim..
akhir2 ini stlh mxit-nya error, medh jadi keranjingan sms orang yang nggak penting. sayangnya, jadi banyak orang yang misuh sama sku. hehehe..
jadi ceritanya, medhenk yang tak tampak itu, punya temen di bogor. sahabat gue tuh sejak jaman smp kelas 2. terus, isma (nama asli sahabat gue) suka kirim2 sms gokil gitu. Kalo disini sih jarang yang ngirim sms begituan, paling pren yang suka ngirim puisitengah malem ntu. dari salah satu sms dia, iseng2 aye kirim ke beberapa tmen di jogja yang udah pasti blum ada yg punya.
gini nih isinya :
BsA teLp w sKr 9? w da d kntr polisi!
*nah, ntu kalimat pertama yang bakal dibaca orang-orang, terutama yang layar hapenya kcil.*
sebenernya aku juga ketipu lho! malem itu, begitu baca sms ntu, aku langsung telp isma. maklum, mata kriyip2 setengah tidur.
begini perbincangan kami :
isma (i) : " halo"
medh (m) : " halo. lu knapa ada di kantor polisi??"
i : "hah?! sapa yang dikantor polisi?"
m : "trus tadi sms lu??"
i : "huahaha. hmph..haha.. lu pasti belom baca lanjutannya"
m : "lho! emang ada?"
i : "makannya baca dulu. orang gue sekarang lagi makan di rumah."
cnit.
hah?!? maksudnya apa siih?
lalu medh baca secara keseluruhan..
ternyata isinya
BsA teLp w sKr 9?w da d kNtR pLs!
MrK sMw pNy bKtI bwt nHan w
kT MRk w d'tHn 9r2 pNy
WjH cUaBtUx mOeT 9nI..
Kan bkN slaH w ya 6x?He..he!
sial!! **** ******,******,dll.
bener2 sial. lagi mau tidur dapet sms kaya gitu! pake ketipu lagi.
eh, tapi berhubung ga ada kerjaan, jadi medh kirim ke 3 orang.
inisialnya D,Z, sama Y.
dan ternyata medhenk ada temennya. 5 menit habis dikirimi, Z nelpon medhenk.
huahaghaghaghag!
tapi nggak di angkat sama medh. biar ni orang pake matrix yang pulsanya gag bakalan habis, tapi tetep aja sbagai tman yang baik, medh nggak mau bikin tu orang bayar tagihannya mahal, mending buat nraktir aye.
terus kelanjutannya, medh akhirnya sms ke Z : "Knp e Z, mntang2 pulsanya gak pernah habis, pamer po??"
isi smsnya sih inocent padahal, udah ngakak sendirian di kamar.
terus Z mbales : "gmn si loe.. Yg sms td km kan.. Ktnx td suruh telp,,siapa gt d kntr plisi.. Dasar!Aq dbo'ongin y.. Jgn gila dong.. Mau pamer pny plsa y.."
ahahahahahahahahaha!! sumpah ni orang..kagak sadar gue tipu.
lalu medh mbales :"mesti kamu belum baca bawahnya.hehe XP"
habis itu di misuh nggak karuan...
hahahaha.. maap ya!
terus yang D ntu nggak ketipu coy! dia malah bales sms yang isinya misuh2 jelas gitu. hehe
kalo yang Y lain lagi. dia gak tanggap pas malem di-sms, tapi tadi pagi medh diketawain sma ex-shiro di banaspati, gra2 Y udh cerita.
ternyata, kemaren pas dapet sms ntu dia lagi tidur, terus begitu dpt sms itu di langsung bangun. udah megang gagang telepon malah. Sayangnya dia sempet baca lagi tu sms yang memang mencurigakan. secara bukan bahasa medhenk ke dia, eh ga jadi telepon deh. tapi imbasnya, dia jadi ga bisa tidur. hehehehe
nb. buat yang blum trbiasa bca sms smcm diatas.. 'w' maksudnya gw=gue=aku=saya=aye=kula,dll. OK!
jadi ceritanya, medhenk yang tak tampak itu, punya temen di bogor. sahabat gue tuh sejak jaman smp kelas 2. terus, isma (nama asli sahabat gue) suka kirim2 sms gokil gitu. Kalo disini sih jarang yang ngirim sms begituan, paling pren yang suka ngirim puisitengah malem ntu. dari salah satu sms dia, iseng2 aye kirim ke beberapa tmen di jogja yang udah pasti blum ada yg punya.
gini nih isinya :
BsA teLp w sKr 9? w da d kntr polisi!
*nah, ntu kalimat pertama yang bakal dibaca orang-orang, terutama yang layar hapenya kcil.*
sebenernya aku juga ketipu lho! malem itu, begitu baca sms ntu, aku langsung telp isma. maklum, mata kriyip2 setengah tidur.
begini perbincangan kami :
isma (i) : " halo"
medh (m) : " halo. lu knapa ada di kantor polisi??"
i : "hah?! sapa yang dikantor polisi?"
m : "trus tadi sms lu??"
i : "huahaha. hmph..haha.. lu pasti belom baca lanjutannya"
m : "lho! emang ada?"
i : "makannya baca dulu. orang gue sekarang lagi makan di rumah."
cnit.
hah?!? maksudnya apa siih?
lalu medh baca secara keseluruhan..
ternyata isinya
BsA teLp w sKr 9?w da d kNtR pLs!
MrK sMw pNy bKtI bwt nHan w
kT MRk w d'tHn 9r2 pNy
WjH cUaBtUx mOeT 9nI..
Kan bkN slaH w ya 6x?He..he!
sial!! **** ******,******,dll.
bener2 sial. lagi mau tidur dapet sms kaya gitu! pake ketipu lagi.
eh, tapi berhubung ga ada kerjaan, jadi medh kirim ke 3 orang.
inisialnya D,Z, sama Y.
dan ternyata medhenk ada temennya. 5 menit habis dikirimi, Z nelpon medhenk.
huahaghaghaghag!
tapi nggak di angkat sama medh. biar ni orang pake matrix yang pulsanya gag bakalan habis, tapi tetep aja sbagai tman yang baik, medh nggak mau bikin tu orang bayar tagihannya mahal, mending buat nraktir aye.
terus kelanjutannya, medh akhirnya sms ke Z : "Knp e Z, mntang2 pulsanya gak pernah habis, pamer po??"
isi smsnya sih inocent padahal, udah ngakak sendirian di kamar.
terus Z mbales : "gmn si loe.. Yg sms td km kan.. Ktnx td suruh telp,,siapa gt d kntr plisi.. Dasar!Aq dbo'ongin y.. Jgn gila dong.. Mau pamer pny plsa y.."
ahahahahahahahahaha!! sumpah ni orang..kagak sadar gue tipu.
lalu medh mbales :"mesti kamu belum baca bawahnya.hehe XP"
habis itu di misuh nggak karuan...
hahahaha.. maap ya!
terus yang D ntu nggak ketipu coy! dia malah bales sms yang isinya misuh2 jelas gitu. hehe
kalo yang Y lain lagi. dia gak tanggap pas malem di-sms, tapi tadi pagi medh diketawain sma ex-shiro di banaspati, gra2 Y udh cerita.
ternyata, kemaren pas dapet sms ntu dia lagi tidur, terus begitu dpt sms itu di langsung bangun. udah megang gagang telepon malah. Sayangnya dia sempet baca lagi tu sms yang memang mencurigakan. secara bukan bahasa medhenk ke dia, eh ga jadi telepon deh. tapi imbasnya, dia jadi ga bisa tidur. hehehehe
nb. buat yang blum trbiasa bca sms smcm diatas.. 'w' maksudnya gw=gue=aku=saya=aye=kula,dll. OK!
Kamis, 13 Maret 2008
SUMPAH.. ANA JUJUR!
BT gila gue...
hari jumat 7 Maret 2008, hari nyepi yang seharusnya damai. Demi PJRC gue ke skolaan jam sembilan pagi. rencana awal, beres2 markas.... yang beresin (seharusnya) semua anggota PJRC.
tapi apa!? selama 3 jam, dari sembilan ampe jam dua belasan, yang dateng dan yang beresin cuam gue sama yola. SIAL..
padahal ya, udah pada janji sama gue, ampe gue tanyain satu2 pas hari selasa, pada ada acara kagak! bilangnya gak ada, tapi apa?!?! sebel.
akhirnya saia putuskan untuk MUTUNG sam aanak PJRC, khususnya 65. satu2nya yang dateng dari 65 itu dana. dia dateng terus senyam-srnyum di depan gue ama yola yang bentuknya udah gak karuan, terus bilang "Mbak, aku sholat jum'at dulu ya..." terus pergi ngeloyor. Dasar gebelek juga, gue bilang oke2 aja, soalnya gue kira emang udah jam 12-an, ternyata baru jam sebelas kurang!! ONYON! tu orang gak balik-balik lagi habis itu.
oke2, emang sih nggak semua sengaja nggak dateng tanpa memeberi kabar.
ada yang sodaranya dateng. hehehe. sodaranya baru keluar dari papan, habis dia bilang sodaranya dateng dari balik-papan. Oke lah. terus ada juga yang alesannya hp-nya ilang, terus disidang sama orang serumah, gak boleh keluar katanya. ya sudah lah... tapi dimana yang lainnya?? menghilang ditelan bumi??
sekarang markas udah sedikit lebih beres.. dan buat kalian yang suaka pada make markas ( menjurus sekali ) tolong amat sangat, jaga kerapihan+kebersihan+kenyamanan markas. OKE!!
speciall thanks for : Yola, tjumiku saiang.. ( 80% kegiatan hari itu dia yang melakukan ) Dita sama Herdi... makasih udah dateng ke skolah, meski buat poto2 bhapad, bukan beres markas PJRC. Ehm herdi udah masangin tirai uks juga dink,, makasih... rere yang bertanya dengan polosnya "emang PJRC punya markas ya??"
dan lain-lain yang sudah menyapa kami sambil melihat dengan pandangan cengo+bingung.
Intinya.. gue BT...
hari jumat 7 Maret 2008, hari nyepi yang seharusnya damai. Demi PJRC gue ke skolaan jam sembilan pagi. rencana awal, beres2 markas.... yang beresin (seharusnya) semua anggota PJRC.
tapi apa!? selama 3 jam, dari sembilan ampe jam dua belasan, yang dateng dan yang beresin cuam gue sama yola. SIAL..
padahal ya, udah pada janji sama gue, ampe gue tanyain satu2 pas hari selasa, pada ada acara kagak! bilangnya gak ada, tapi apa?!?! sebel.
akhirnya saia putuskan untuk MUTUNG sam aanak PJRC, khususnya 65. satu2nya yang dateng dari 65 itu dana. dia dateng terus senyam-srnyum di depan gue ama yola yang bentuknya udah gak karuan, terus bilang "Mbak, aku sholat jum'at dulu ya..." terus pergi ngeloyor. Dasar gebelek juga, gue bilang oke2 aja, soalnya gue kira emang udah jam 12-an, ternyata baru jam sebelas kurang!! ONYON! tu orang gak balik-balik lagi habis itu.
oke2, emang sih nggak semua sengaja nggak dateng tanpa memeberi kabar.
ada yang sodaranya dateng. hehehe. sodaranya baru keluar dari papan, habis dia bilang sodaranya dateng dari balik-papan. Oke lah. terus ada juga yang alesannya hp-nya ilang, terus disidang sama orang serumah, gak boleh keluar katanya. ya sudah lah... tapi dimana yang lainnya?? menghilang ditelan bumi??
sekarang markas udah sedikit lebih beres.. dan buat kalian yang suaka pada make markas ( menjurus sekali ) tolong amat sangat, jaga kerapihan+kebersihan+kenyamanan markas. OKE!!
speciall thanks for : Yola, tjumiku saiang.. ( 80% kegiatan hari itu dia yang melakukan ) Dita sama Herdi... makasih udah dateng ke skolah, meski buat poto2 bhapad, bukan beres markas PJRC. Ehm herdi udah masangin tirai uks juga dink,, makasih... rere yang bertanya dengan polosnya "emang PJRC punya markas ya??"
dan lain-lain yang sudah menyapa kami sambil melihat dengan pandangan cengo+bingung.
Intinya.. gue BT...
Sabtu, 08 Maret 2008
lagu ini
Kisah seorang putri...
Yang sedang patah hati...
Lalu bunuh diri...
Tenggelam di telaga sunyi...
Bersama cintanya yang suci...
* Ini lagu Koes Plus, tapi saia belum denger aslinya, baru dari album 'SALOET TO KOESPLUS'*
Lagunya dalem, bagus banget.. Beberapa orang yang denger aku nyanyi lagu ini cuma cengo' ga donk! padahal ni lagu, bagus loh!
Eh, nggak ngerti dari mana bagusnya? Masa nggak tau siih? dari...dari... dari mana ya???
Nggak tau..
pokoknya penuh sama misteri!!
btw.. maksud saya posting mau minta MP3nya lagu ini donk!!! dari dulu nyari ga dapet2..
yang punya, minta ya....
Yang sedang patah hati...
Lalu bunuh diri...
Tenggelam di telaga sunyi...
Bersama cintanya yang suci...
* Ini lagu Koes Plus, tapi saia belum denger aslinya, baru dari album 'SALOET TO KOESPLUS'*
Lagunya dalem, bagus banget.. Beberapa orang yang denger aku nyanyi lagu ini cuma cengo' ga donk! padahal ni lagu, bagus loh!
Eh, nggak ngerti dari mana bagusnya? Masa nggak tau siih? dari...dari... dari mana ya???
Nggak tau..
pokoknya penuh sama misteri!!
btw.. maksud saya posting mau minta MP3nya lagu ini donk!!! dari dulu nyari ga dapet2..
yang punya, minta ya....
Kamis, 14 Februari 2008
Ketika penat itu datang merasuki hati
tak ada yang lebih baik dari mati
Ketika bosan tlah menghampiri
Sgala rasa tlah menghilang
*hampa*
Ketika aura tlah meredup
jiwa tlah hilang dari raga
*air mata mengalir ketika bahagia*
*tawa terdengar di dalam kesedihan*
*senyum terkembang saat menderita*
Lalu
ketika merah menyala
di sudut jalan
seorang tua berjalan
terseyum
Ketika laju tak terhambat
Seorang tua mengayuh sepeda
sambil bersenandung
Sudut lain menyimpan cerita berbeda
ketika seorang anak tertawa riang
membayangkan deru mesin
sebagai nyayian
Para bapak berjalan
menggendong tas usang
sambil bercengkrama
seakan peluh setelah membanting tulang
adalah kebahagiaan
*Inikah jawabanmu Tuhan?*
Bahagia ada di dalam diriku sendiri
menanti hati menyadari
Rasaku masih utuh
dan berharap kan terisi kembali
cinta.benci.bahagia.sedih.haru.iba.angkuh.egois.amarah.
masih ada di jiwaku
*AKU MASIH HIDUP*
--akan selalu ada sedih diantara kebahagiaan--
--akan selalu ada rasa saling mengasihi diantara kemunafikan--
--kurasa.. kita manusia--
--yang selalu memiliki rasa--
tak ada yang lebih baik dari mati
Ketika bosan tlah menghampiri
Sgala rasa tlah menghilang
*hampa*
Ketika aura tlah meredup
jiwa tlah hilang dari raga
*air mata mengalir ketika bahagia*
*tawa terdengar di dalam kesedihan*
*senyum terkembang saat menderita*
Lalu
ketika merah menyala
di sudut jalan
seorang tua berjalan
terseyum
Ketika laju tak terhambat
Seorang tua mengayuh sepeda
sambil bersenandung
Sudut lain menyimpan cerita berbeda
ketika seorang anak tertawa riang
membayangkan deru mesin
sebagai nyayian
Para bapak berjalan
menggendong tas usang
sambil bercengkrama
seakan peluh setelah membanting tulang
adalah kebahagiaan
*Inikah jawabanmu Tuhan?*
Bahagia ada di dalam diriku sendiri
menanti hati menyadari
Rasaku masih utuh
dan berharap kan terisi kembali
cinta.benci.bahagia.sedih.haru.iba.angkuh.egois.amarah.
masih ada di jiwaku
*AKU MASIH HIDUP*
--akan selalu ada sedih diantara kebahagiaan--
--akan selalu ada rasa saling mengasihi diantara kemunafikan--
--kurasa.. kita manusia--
--yang selalu memiliki rasa--
Selasa, 29 Januari 2008
sodara baru datang!
Pemberitahuan awal (soalnya ni lagi nggak ada kerjaan habis praktikum fisika)
Medhenk yang imut, gila, stres bin nggak jelas itu udah punya gandengan baru...
namanya Creamy (=kremi??)..
Warning!!!
Creamy si kucing siam ini bukan pengganti Cessy (hiks) tapi, statusnya sekarang adalah sodara tiri saiia.
Warnanya putih, ya begimana sih kucing siam. Ntar kapan2 saya masukkan fotonya. Matanya biru, dan gualaknya minta ampun.
Udah punya anak bannnyak! plus doyan kawin,,,
doi udah bikin saya terluka (dalam arti yang sesungguhnya!!)
tangan saya yang halus nan lembut ntu dicakar sebegitu rupa gara2 saya mau menangkapnya.
Kronilogisnya : klining2..
suara kalung kucing kedengeran dari kamar saya, tapi kok datangnya dari luar. Weeeets!
bener aja, tu kucing udah nongkrong di halaman depan. Padahal, sebagai penduduk baru, seharusnya dia belum boleh keluyuran ke luar rumah. Dengan sigap saya lari degan niat mau ngejar dia, eeeeehhh dianya malah naik ke atas pager. Paniklah saya.
langsung aja badannya saya pegang, tapi dia malah meronta dan loncat ke bawah. Hanya ada kaki belakang kirinya di tangan saya. Berhubung panik, ya saya tarik aja tu kakinya biar ga kabur lebih jauh, eeeeehhh tangan saya dicakarnya. (An**** eh salah dink! Kucing laknat kau!!)
tapi, ya sudahlah. toh sedikit banyak juga salah saya. haha!
Mari...
Medhenk yang imut, gila, stres bin nggak jelas itu udah punya gandengan baru...
namanya Creamy (=kremi??)..
Warning!!!
Creamy si kucing siam ini bukan pengganti Cessy (hiks) tapi, statusnya sekarang adalah sodara tiri saiia.
Warnanya putih, ya begimana sih kucing siam. Ntar kapan2 saya masukkan fotonya. Matanya biru, dan gualaknya minta ampun.
Udah punya anak bannnyak! plus doyan kawin,,,
doi udah bikin saya terluka (dalam arti yang sesungguhnya!!)
tangan saya yang halus nan lembut ntu dicakar sebegitu rupa gara2 saya mau menangkapnya.
Kronilogisnya : klining2..
suara kalung kucing kedengeran dari kamar saya, tapi kok datangnya dari luar. Weeeets!
bener aja, tu kucing udah nongkrong di halaman depan. Padahal, sebagai penduduk baru, seharusnya dia belum boleh keluyuran ke luar rumah. Dengan sigap saya lari degan niat mau ngejar dia, eeeeehhh dianya malah naik ke atas pager. Paniklah saya.
langsung aja badannya saya pegang, tapi dia malah meronta dan loncat ke bawah. Hanya ada kaki belakang kirinya di tangan saya. Berhubung panik, ya saya tarik aja tu kakinya biar ga kabur lebih jauh, eeeeehhh tangan saya dicakarnya. (An**** eh salah dink! Kucing laknat kau!!)
tapi, ya sudahlah. toh sedikit banyak juga salah saya. haha!
Mari...
Langganan:
Postingan (Atom)